Sebelum studi tersebut terungkap, fosil yang diyakini
sebagai dinosaurus tertua di dunia berasal dari dinosaurus kecil pemakan daging
di Amerika Selatan yang diperkirakan berusia 230 juta tahun. Kini, studi yang
dilaporkan dalam jurnal Biology Letters
mengungkap bahwa dinosaurus pertama muncul 240 juta tahun lalu – 10 juta tahun
lebih awal dari yang diduga sebelumnya.
Diberi nama Nyasasaurus
parringtoni, fosil yang ditemukan
tidaklah utuh, hanya bagian lengan atas dan sejumlah tulang belakang. Karena
itu, tak banyak diketahui tentang Nyasasaurus. Ilmuwan memperkirakan, panjang
hewan ini sekitr 2 sampai 3 meter (mencakup ekor). Namun, karena tak ada
tengkorak yang ditemukan, belum jelas apa makanan hewan ini dan apakah ia
berjalan diatas dua kaki atau empat kaki.
Yang pasti, makhluk tersebut menunjukkan satu ciri khas
dinosaurus: tulang tambahan di sepanjang lengan atas (jambul deltopectoral), fungsinya adalah mengikat otot-otot bahu ke
tulang lengan atas. Semua dinosaurus memiliki jambul tambahan seperti ini,
“papar Sterling Nesbitt, ketua studi yang juga paleontolog di University of
Washington.
Meski demikian, belua ada cukup informasi untuk memastikan
apakah makhluk ini merupakan dinosaurus sejati atau kerabat dekatnya. Yang
mana, fosil Nyasasaurus menunjukan bahwa dinosaurus atau kerabat dekatnya hidup
bersama reptil lain bernama silesaurid selama beberapa juta tahun sebelum mereka
mendominasi Bumi.
Hans Dieter Sues, pakar paleontologi di Nasional Museum of Natural
History di Washington D.C yang tidak terlibat dalam studi ini, sepakat bahwa
“fosil tersebut menandakan kehadiran reptil yang mirip dinosaurus pada awal
Triasik Pertengahan di tempat yang kini disebut Tanzania.
Hasil studi ini juga mendukung gagasan bahwa dinosaurus
berasal dari wilayah selatan benua raksasa yang disebut Pangaea. Selama ini,
benua-benua di bagian selatan, seperti Afrika dan Amerika Selatan memang
menjadi tempat penemuan fosil-fosil dinosaurus paling tua.

{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar