Foto : Chavez berpidato di PBB sambil membawa buku karangan Noam Chomsky (Bloomberg)
CARACAS - Kiprah Hugo Chavez sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Venezuela makin meningkat ditataran internasional. Chavez pun mengalami perseteruan yang cukup serius dengan Amerika Serikat (AS) yang pada saat itu dipimpin George Bush.
Dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 20 September 2006, Chavez dengan berani menyamakan Bush dengan setan. Menurut Chavez, Bush telah memberlakukan kebijakan yang membuat negaranya seolah menjadi pemimpin dunia. Selain itu, Chavez pun menyebut forum Majelis Umum PBB sebagai forum yang tidak berguna.
"Setan itu sudah datang ke sini kemarin. Dan bau sulfur itu masih tercium hingga saat ini," ujar Chavez dalam pidatonya tahun 2006. Seperti diberitakan CNN, Rabu (6/3/2013).
Pada akhir tahun 2006, Chavez kembali terpilih untuk masa jabatan enam tahun ke depan. Chavez meraih suara sebanyak 63 persen. Chavez langsung menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di negaranya.
Dan salah satu peristiwa penting di tahun 2008 pun terjadi. Chavez mengusir Duta Besar AS yang bertugas di Caracas. Chavez menduga, Dubes AS melakukan konspirasi yang ditujukan untuk mengganggu pemerintahan Chavez.
Waktu pun terus berjalan dan Chavez kembali memenangkan referendum yang dapat memperbolehkannya mencalonkan diri lagi sebagai Presiden Venezuela. Meski kalah dalam pemilu kongress pada 2010 lalu, sekutu Chavez masih cukup berpengaruh.
Menjelang akhir masa jabatannya, Chavez dilaporkan menyidap kanker. Chavez terpaksa pergi ke Kuba untuk menjalani operasi. Sekembalinya ke Venezuela, Chavez pun berkepala botak.
Dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 20 September 2006, Chavez dengan berani menyamakan Bush dengan setan. Menurut Chavez, Bush telah memberlakukan kebijakan yang membuat negaranya seolah menjadi pemimpin dunia. Selain itu, Chavez pun menyebut forum Majelis Umum PBB sebagai forum yang tidak berguna.
"Setan itu sudah datang ke sini kemarin. Dan bau sulfur itu masih tercium hingga saat ini," ujar Chavez dalam pidatonya tahun 2006. Seperti diberitakan CNN, Rabu (6/3/2013).
Pada akhir tahun 2006, Chavez kembali terpilih untuk masa jabatan enam tahun ke depan. Chavez meraih suara sebanyak 63 persen. Chavez langsung menasionalisasikan perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di negaranya.
Dan salah satu peristiwa penting di tahun 2008 pun terjadi. Chavez mengusir Duta Besar AS yang bertugas di Caracas. Chavez menduga, Dubes AS melakukan konspirasi yang ditujukan untuk mengganggu pemerintahan Chavez.
Waktu pun terus berjalan dan Chavez kembali memenangkan referendum yang dapat memperbolehkannya mencalonkan diri lagi sebagai Presiden Venezuela. Meski kalah dalam pemilu kongress pada 2010 lalu, sekutu Chavez masih cukup berpengaruh.
Menjelang akhir masa jabatannya, Chavez dilaporkan menyidap kanker. Chavez terpaksa pergi ke Kuba untuk menjalani operasi. Sekembalinya ke Venezuela, Chavez pun berkepala botak.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar