Presiden Obama (Foto: Reuters)
WASHINGTON – Wafatnya Presiden Venezuela Hugo Chavez, membuahkan simpati dari Amerika Serikat (AS). Presiden AS Barack Obama menyebutkan, sekarang rakyat Venezuela menjalani babak baru yang sulit.
“Wafatnya Presiden Hugo Chavez membuat rakyat Venezuela kini berada dalam masa sulit. AS menegaskan dukungannya kepada rakyat Venezuela dan berkomitmen untuk memperbaiki hubungan dengan Pemerintah Venezuela,” pernyataan Obama yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, seperti dikutipCBS News, Rabu (6/3/2013).
“Venezuela kini mulai menjalani babak baru. AS akan medukung untuk mengembangkan HAM dan Demokrasi di sana,” lanjut Obama.
Selama ini Pemerintah Amerika Serikat memiliki hubungan yang buruk dengan Hugo Chavez. Chavez memang dikenal sebagai pemimpin yang bersikap anti kepada hegemoni Negeri Paman Sam di dunia.
Dalam satu insiden, Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro, bahkan pernah mengusir atase pertahanan AS sesaat setelah meninggalnya Chavez. Maduro menuduh kematian Chavez merupakan konspirasi yang didalangi oleh AS.
Tepat pada hari ini, warga sekaligus Pemerintah Venezuela berduka atas kematian Presiden Hugo Chavez. Wakil Presiden Nicolas Maduro pun terus meneteskan air mata saat berbicara di televisi nasional.
Usai menderita infeksi baru di bagian pernapasan, Chavez pun menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.25 waktu Venezuela. Maduro mengakui, mengakui kematian sang komandan itu merupakan masa yang sangat menyakitkan bagi Venezuela.
“Wafatnya Presiden Hugo Chavez membuat rakyat Venezuela kini berada dalam masa sulit. AS menegaskan dukungannya kepada rakyat Venezuela dan berkomitmen untuk memperbaiki hubungan dengan Pemerintah Venezuela,” pernyataan Obama yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, seperti dikutipCBS News, Rabu (6/3/2013).
“Venezuela kini mulai menjalani babak baru. AS akan medukung untuk mengembangkan HAM dan Demokrasi di sana,” lanjut Obama.
Selama ini Pemerintah Amerika Serikat memiliki hubungan yang buruk dengan Hugo Chavez. Chavez memang dikenal sebagai pemimpin yang bersikap anti kepada hegemoni Negeri Paman Sam di dunia.
Dalam satu insiden, Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro, bahkan pernah mengusir atase pertahanan AS sesaat setelah meninggalnya Chavez. Maduro menuduh kematian Chavez merupakan konspirasi yang didalangi oleh AS.
Tepat pada hari ini, warga sekaligus Pemerintah Venezuela berduka atas kematian Presiden Hugo Chavez. Wakil Presiden Nicolas Maduro pun terus meneteskan air mata saat berbicara di televisi nasional.
Usai menderita infeksi baru di bagian pernapasan, Chavez pun menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.25 waktu Venezuela. Maduro mengakui, mengakui kematian sang komandan itu merupakan masa yang sangat menyakitkan bagi Venezuela.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar